Another ramblings, eh? Nggak kapok-kapooook =)) =)) HIDUP NULIS RAMBLING!
***
Dua manik hazel itu berkaca. Menatap jauh ke depan, tanpa ekspresi yang menunjukkan perasaannya secara gamblang. Biasa saja. Datar.
Tenka nama perempuan itu. Perempuan yang merasa sepi dalam hatinya namun memasang topeng sebagai gadis remaja yang periang di depan semua orang. Padahal dalam hati ada danau dingin yang beku dan sepi. Namun tidak ada yang pernah tahu tentang keberadaan hati yang sepi itu.
Tenka sering tidak dihitung, dan ia jarang sekali beruntung. Terutama soal cinta.
Ya, terutama cinta.
...
Tenka, apa kau sedang jatuh cinta?
Ya.
Tenka mengangguk dalam diam. Ia hanya bisa memandang sosok menarik itu dari jauh tanpa berani berterus terang. Ia sering sekali mendengar, membaca, melihat, dan mengamati tentang cara mendekati seseorang. Namun nyali Tenka tidak sebesar itu. Tenka hanya berani memandanginya dari jauh, memastikan dia tetap bahagia dan masih hidup di dunia ini. Masih menghirup oksigen dengan bebas, dan masih bisa tersenyum bahagia. Meski bukan karenanya, meski bukan untuknya.
Tenka ingin dia bahagia, bukannya Tenka ingin selalu bersamanya.
Oke, Tenka tidak bisa menghindarinya. Tenka ingin bisa bersamanya, dan membuatnya bahagia. Tenka ingin dia bahagia karenanya, di samping orang-orang membahagiakan yang telah hadir di sisinya. Tapi Tenka ingin menjadi satu dari mereka yang beruntung itu. Tenka ingin dia bahagia. Titik.
Meski bukan karenanya, meski bukan untuknya.
Tenka rela apabila tidak bisa bersamanya. Mungkin saja Tenka memang bukan untuknya. Namun Tenka tetap ingin dia bahagia dengan salah satu gadis pilihannya. Tenka berjanji akan mendoakan agar mereka tetap bahagia selamanya meski untuk bisa begitu Tenka harus banjir air mata. Kecewa? Tentu saja ada kecewa. Namun Tenka tidak akan bersedih terlalu lama. Tenka tidak ingin sedih ketika dia bahagia.
Another ramblings, eh? Nggak kapok-kapooook =)) =)) HIDUP NULIS RAMBLING!
***
Dua manik hazel itu berkaca. Menatap jauh ke depan, tanpa ekspresi yang menunjukkan perasaannya secara gamblang. Biasa saja. Datar.
Tenka nama perempuan itu. Perempuan yang merasa sepi dalam hatinya namun memasang topeng sebagai gadis remaja yang periang di depan semua orang. Padahal dalam hati ada danau dingin yang beku dan sepi. Namun tidak ada yang pernah tahu tentang keberadaan hati yang sepi itu.
Tenka sering tidak dihitung, dan ia jarang sekali beruntung. Terutama soal cinta.
Ya, terutama cinta.
...
Tenka, apa kau sedang jatuh cinta?
Ya.
Tenka mengangguk dalam diam. Ia hanya bisa memandang sosok menarik itu dari jauh tanpa berani berterus terang. Ia sering sekali mendengar, membaca, melihat, dan mengamati tentang cara mendekati seseorang. Namun nyali Tenka tidak sebesar itu. Tenka hanya berani memandanginya dari jauh, memastikan dia tetap bahagia dan masih hidup di dunia ini. Masih menghirup oksigen dengan bebas, dan masih bisa tersenyum bahagia. Meski bukan karenanya, meski bukan untuknya.
Tenka ingin dia bahagia, bukannya Tenka ingin selalu bersamanya.
Oke, Tenka tidak bisa menghindarinya. Tenka ingin bisa bersamanya, dan membuatnya bahagia. Tenka ingin dia bahagia karenanya, di samping orang-orang membahagiakan yang telah hadir di sisinya. Tapi Tenka ingin menjadi satu dari mereka yang beruntung itu. Tenka ingin dia bahagia. Titik.
Meski bukan karenanya, meski bukan untuknya.
Tenka rela apabila tidak bisa bersamanya. Mungkin saja Tenka memang bukan untuknya. Namun Tenka tetap ingin dia bahagia dengan salah satu gadis pilihannya. Tenka berjanji akan mendoakan agar mereka tetap bahagia selamanya meski untuk bisa begitu Tenka harus banjir air mata. Kecewa? Tentu saja ada kecewa. Namun Tenka tidak akan bersedih terlalu lama. Tenka tidak ingin sedih ketika dia bahagia.
Umm, hello there. Welcome to my site. PLEASE do NOT copy-paste ANYTHING in this site to yours, except only for your private archive. Please let me know if you'd like to copy anything from my blog.